🌟 Informasi Umrah Lebih Jelas • Terhubung dengan Penyedia Perjalanan Terpercaya Hotline / WA: 0851-1102-6886

Kalau Pesawat Langsung ke Jeddah, Kapan Jamaah Harus Berihram?

Jamaah umrah mengenakan ihram saat tiba dengan pesawat langsung ke Jeddah

Bagi jamaah yang baru pertama kali umrah, penerbangan langsung ke Jeddah sering menimbulkan satu pertanyaan penting: kalau pesawat mendarat langsung di Jeddah, kapan harus mulai ihram?

Jawabannya bukan menunggu sampai turun dari pesawat. Jika sejak awal perjalanan jamaah memang berniat melaksanakan umrah dan penerbangannya menuju Jeddah, maka persiapan ihram perlu dilakukan sebelum pesawat melewati miqat.

Inilah bagian yang sering membuat jamaah bingung. Pesawat memang langsung menuju Jeddah, tetapi aturan miqat tetap berlaku. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa jamaah yang tiba pertama kali di Bandara Jeddah harus memakai ihram dan berniat ketika pesawat diumumkan sedang melewati atau sejajar dengan miqat.

Jangan Menunggu Sampai Tiba di Bandara Jeddah

Kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah mengira ihram baru dimulai setelah pesawat mendarat. Padahal, Jeddah bukan berarti titik bebas untuk melewati miqat bagi jamaah yang hendak menuju Makkah untuk umrah.

Miqat merupakan batas yang harus diperhatikan oleh orang yang hendak melaksanakan haji atau umrah. Jamaah yang datang melalui jalur udara harus memasuki ihram sebelum melewati posisi miqat atau ketika pesawat berada sejajar dengannya.

Jadi, jangan menjadikan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah sebagai patokan untuk baru memakai ihram. Yang menjadi perhatian justru posisi pesawat terhadap miqat selama perjalanan.

Kapan Tepatnya Jamaah Harus Memakai Ihram?

Supaya tidak terburu-buru, cara paling aman adalah membedakan antara memakai kain ihram dan memulai ihram dengan niat.

Untuk jamaah laki-laki, kain ihram bisa dipakai sejak masih berada di Indonesia, di bandara keberangkatan, atau sebelum naik pesawat. Dengan begitu, jamaah tidak perlu repot berganti pakaian di dalam kabin.

Namun, memakai kain ihram tidak selalu berarti jamaah sudah masuk ke dalam keadaan ihram. Niat umrah dilakukan ketika mendekati atau sejajar dengan miqat, sesuai arahan perjalanan dan pengumuman dari kru pesawat. Panduan resmi Saudi juga menyebutkan bahwa pesawat yang menuju Jeddah biasanya mengumumkan waktu ketika pesawat sejajar dengan miqat.

Karena itu, jamaah sebaiknya sudah siap beberapa saat sebelum pengumuman tersebut. Jangan baru mencari kain ihram ketika pesawat sudah mendekati miqat.

Urutan Praktis di Pesawat Menuju Jeddah

Kalau ini merupakan penerbangan umrah pertama Anda, urutannya sebenarnya cukup sederhana.

  1. Sebelum berangkat: mandi sunnah ihram dan siapkan perlengkapan yang diperlukan.
  2. Di bandara atau sebelum naik pesawat: jamaah laki-laki dapat sudah mengenakan kain ihram.
  3. Selama penerbangan: tetap perhatikan pengumuman kru pesawat mengenai posisi miqat.
  4. Saat pesawat mendekati atau sejajar dengan miqat: siapkan niat umrah.
  5. Setelah berniat: jamaah mulai berada dalam keadaan ihram dan harus memperhatikan seluruh larangan ihram.
  6. Setelah mendarat di Jeddah: lanjutkan perjalanan menuju Makkah dalam keadaan ihram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah.

Dengan persiapan seperti ini, jamaah tidak perlu panik ketika mendengar pengumuman miqat di dalam pesawat.

Bagaimana Kalau Belum Memakai Kain Ihram Saat Pesawat Mendekati Miqat?

Inilah alasan mengapa persiapan sebelum penerbangan sangat penting.

Jamaah sebaiknya tidak menunggu pengumuman miqat baru mulai bersiap-siap. Waktu di dalam pesawat bisa terbatas, sementara kondisi kabin juga tidak selalu memungkinkan untuk berganti pakaian dengan nyaman.

Untuk laki-laki, memakai kain ihram sebelum pesawat melewati miqat membuat prosesnya jauh lebih praktis. Setelah pengumuman miqat terdengar, jamaah tinggal mempersiapkan niat.

Adapun detail teknis niat dan tata cara ihram sebaiknya mengikuti bimbingan manasik dari pembimbing atau ustaz yang mendampingi perjalanan. Ini penting terutama bagi jamaah yang baru pertama kali menjalankan umrah.

Kalau Pesawat Berangkat dari Indonesia dan Langsung Jeddah?

Prinsipnya tetap sama. Rute langsung bukan berarti jamaah bebas menentukan sendiri kapan akan mulai ihram.

Pesawat akan melewati atau berada sejajar dengan salah satu jalur miqat sebelum memasuki wilayah yang harus diperhatikan jamaah. Karena itu, penerbangan langsung justru perlu dipersiapkan dengan baik agar jamaah tidak terlambat berniat.

Berbeda dengan jamaah yang lebih dulu berada di Madinah. Jika perjalanan dimulai dari Madinah kemudian menuju Makkah, jamaah biasanya mengambil miqat di Dzul Hulaifah atau Bir Ali, yaitu miqat bagi penduduk Madinah dan orang yang melewati jalur tersebut.

Perbedaan rute inilah yang membuat jamaah sebaiknya memahami panduan manasik umrah sebelum berangkat, bukan hanya mengandalkan informasi dari sesama jamaah ketika sudah berada di perjalanan.

Apakah Boleh Memakai Ihram Sejak dari Indonesia?

Boleh memakai pakaian ihram lebih awal, dan hal ini justru bisa menjadi pilihan praktis bagi jamaah laki-laki.

Yang perlu dibedakan adalah pakaian ihram dengan masuknya seseorang ke dalam keadaan ihram. Memakai dua lembar kain ihram sebelum pesawat melewati miqat tidak otomatis berarti seluruh larangan ihram sudah berlaku. Niat umrah dilakukan ketika sampai pada waktu yang tepat, yaitu saat melewati atau sejajar dengan miqat.

Jamaah perempuan tidak memiliki pakaian ihram khusus seperti laki-laki. Mereka tetap menggunakan pakaian yang memenuhi ketentuan syariat dan kemudian berniat ketika sampai pada miqat.

Kenapa Pengumuman Miqat di Pesawat Penting?

Karena jamaah tidak bisa melihat posisi miqat secara langsung dari jendela pesawat.

Itulah sebabnya pengumuman dari kru penerbangan menjadi sangat membantu. Panduan Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyebutkan bahwa maskapai yang menuju Jeddah biasanya mengumumkan ketika pesawat sudah sejajar dengan miqat agar jamaah dapat masuk ke dalam ihram pada waktunya.

Meski begitu, jangan sepenuhnya bergantung pada pengumuman. Jamaah tetap sebaiknya sudah memahami tahapan ihram dari manasik dan mengikuti arahan pembimbing perjalanan.

Intinya, Jangan Tunggu Sampai Mendarat

Kalau Anda mendapat penerbangan langsung ke Jeddah untuk melaksanakan umrah, jangan berpikir bahwa ihram baru dimulai setelah turun dari pesawat.

Kain ihram bisa dipakai sebelum naik pesawat, sedangkan niat umrah dilakukan ketika pesawat mendekati atau sejajar dengan miqat. Setelah itu, jamaah sudah berada dalam keadaan ihram dan perjalanan menuju Makkah dilanjutkan dengan memperhatikan seluruh ketentuan ihram.

Persiapan sederhana seperti memakai kain ihram lebih awal, mengetahui kapan pengumuman miqat, dan memahami tata cara niat bisa membuat perjalanan terasa jauh lebih tenang. Apalagi bagi jamaah yang baru pertama kali umrah, memahami hal-hal kecil seperti ini sebelum berangkat akan sangat membantu agar tidak kebingungan ketika berada di dalam pesawat.

Jika ingin mempersiapkan perjalanan dari awal, Anda juga bisa membaca tips persiapan umrah untuk jamaah pemula agar kebutuhan sebelum keberangkatan tidak terlewat.

Bagikan artikel ini Bantu pembaca lain menemukan panduan yang bermanfaat.

Komentar di Kalau Pesawat Langsung ke Jeddah, Kapan Jamaah Harus Berihram? (0 Komentar)

💬